UNRWA: 70% Korban di Gaza adalah Anak-Anak dan Perempuan

9

ARTVISI.or.id : Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) mengonfirmasi bahwa 70% dari mereka yang tewas di Jalur Gaza akibat serangan Israel selama tiga minggu terakhir adalah anak-anak dan perempuan.

Komisaris Jenderal Organisasi tersebut, Philippe Lazzarini, mengatakan bahwa tidak ada tempat yang aman di Gaza karena pemboman besar-besaran Israel di Jalur Gaza. Israel tanpa pandang bulu menargetkan gereja, masjid, rumah sakit, dan fasilitas sipil yang menampung pengungsi di Gaza, sebagai bagian dari pemboman yang sedang berlangsung di Jalur Gaza, yang dia gambarkan sebagai hukuman kolektif terhadap penduduk Jalur Gaza yang terkepung.

“Warga Palestina di Jalur Gaza yang diblokade menjadi sasaran pengungsian paksa dan hukuman kolektif. Terputusnya akses komunikasi pada akhir pekan lalu mempercepat runtuhnya pertahanan sipil. Jika keruntuhan ini semakin parah, maka kelanjutan kerja PBB di Gaza akan menjadi sulit, bahkan mustahil,” ungkap Philippe Lazzarini dalam keterangannya, seperti dilansir dari Middle East Monitor, Kamis, 2 November 2023.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF), Catherine Russell membenarkan lebih dari 3.400 anak meninggal di Gaza, akibat pemboman Israel. Sementara sedikitnya 6.300 anak terluka. Ia menjelaskan, jumlah korban tersebut menunjukkan 420 anak tewas atau terluka setiap harinya di Jalur Gaza.

“Angka-angka ini seharusnya mengejutkan dan mengguncang kita,” ujarnya. Hal ini juga menandakan bahwa serangan Israel ke Gaza menyebabkan hancurnya sedikitnya 221 sekolah dan lebih dari 177.000 rumah di Jalur Gaza.

Selain itu, UNRWA juga mengumumkan setidaknya 63 petugasnya telah tewas di Jalur Gaza sejak 7 Oktober. Badan PBB tersebut mengatakan dalam sebuah laporan yang diterbitkan di situs resminya mengenai situasi di Jalur Gaza dan Tepi Barat, bahwa 10 petugas UNRWA lainnya telah terbunuh dalam 42 jam terakhir, sehingga jumlah total menjadi 63 petugas yang terbunuh sejak 7 Oktober.

Organisasi PBB tersebut menyerukan diakhirinya penargetan stafnya di Gaza, dan mengatakan bahwa stafnya terus melayani mereka yang membutuhkan di Jalur Gaza yang terisolasi, meskipun terdapat risiko serius terhadap kehidupan mereka. ***

Sumber : Middle East Monitor | Weblink : https://www.middleeastmonitor.com/20231101-unrwa-chief-says-70-of-gaza-victims-are-children-women/

Editor : Hermanto Deli | Indonesian Islamic News Agency (IINA)

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here