Hari Raya Idul Fitri 2023 Berpotensi Berbeda? Ini Prediksi Pemerintah, NU dan Muhammadiyah

169

ARTVISI.or.id : Hari raya Idul Fitri 1444 H atau Lebaran 2023 diperkirakan akan terjadi perbedaan antara Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dengan Pemerintah dan NU jika mengacu pada kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia dan Singapura).

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah sudah menetapkan 1 Syawal 1444 Hijriah bertepatan dengan hari Jumat, 21 April 2023. Penetapan ditandatangani Wakil Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Oman Fathurahman, dan Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Mohammad Mas’ud.

“Tinggi bulan pada matahari saat itu di Yogyakarta menunjukkan hilal (¢ = -07° 48′ dan l110° 21′ BT) = +01° 47′ 58′). Artinya, hilal sudah wujud,” dalam surat edaran tersebut.

Sementara itu, menurut kriteria MABIMS yang digunakan oleh Pemerintah untuk melakukan Rukyatul Hilal, dipersyaratkan ketinggian Hilal harus di atas 3 derajat. Artinya, jika ketinggian hilal hanya 1 derajat atau 2 derajat maka besar kemungkinan hilal tidak akan terlihat, sehigga Ramadhan digenapkan menjadi 30 hari, sehingga 1 Syawal jatuh pada Sabtu, 22 April 2023.

Meski demikian, pemerintah akan tetap menggelar menggelar sidang isbat untuk menentukan Idulfitri 1444 Hijriah. Kementerian Agama (Kemenag) menjadwalkan sidang isbat akan digelar pada Kamis, 20 April 2023.

Dalam sidang Isbat penetapan 1 Syawal, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyatakan akan mengikuti ketetapan Kementerian Agama (Kemenag). “PBNU sepenuhnya mengikuti hasil rapat sidang Isbat bersama Kemenag,” kata Gus Fahrur dalam keterangannya.

Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta umat Islam untuk menghormati perbedaan Hari Raya.

“Yang kemungkinan terjadi perbedaan adalah nanti di 1 Syawalnya, tapi nanti mudah-mudahan perbedaan ini atau bisa dicari penyelesaiannya dengan baik, bisa sama-sama atau ada perbedaan, jangan jadi perbedaan di antara kita. Sikap kita sebagai umat Islam kita sebagai warga bangsa tetap saling menghormati,” kata Ketua MUI Abdullah Jaidi dalam keterangannya.

Indonesian Islamic News Agency (IINA)

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here